3:14 AM

Kodok bersautan, entah berunding apa. Mungkin senang esok masih hujan di sini.
Hai kodok, ayo bicarakan aku. Perempuan yng terkulai di dipan bambu dengan buku merahnya. Menulis dengan tinta emas di tangan kirinya.
Senyumnya hilang, tapi hatinya lebih tenang. Membaca suara-suara kodok, ingin tahu apa rencana para kodok esok hari.

Membacamu sama sulitnya dengan membaca kodok. Harus pandai mengorek untuk bisa mengerti. Terkadang bukan perihal tidak mengerti, kita hanya tidak mau mengakui apa yang kita pahami. Kita tetap tinggal dalam harapan. Harapan bahwa segala keinginan akan terwujud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s