Potret Diri

Akhirnya kutempel juga foto diriku di sudut kanan atas formulir ini. Perempuan 23 tahun itu berbalik memandangku dengan senyum sekenanya. Mataku tidak sebesar bola ping-pong seperti yang digambarkan Iwan Fals untuk mata yang indah, tapi lumayan lah..tidak perlu sampai ku bilang mata ini hanya segaris saja besarnya. Alis mataku juga biasa saja, tidak dibentuk dan tidak dicabuti. Dibiarkan tumbuh liar kesana-kemari bak ilalang di taman rumahku. Hidungku lumayan mancung; terima kasih mama atas gen mancungnya, sayangnya hidung ini juga melebar ke samping. Terima kasih juga untuk Ayah atas pastisipasinya membentuk hidung lebar ini, setidaknya orang tidak ragu aku ini anak Ayah.

Pipiku terbilang tembam untuk badan sekurus diriku. Saat tersenyum, pipiku langsung membulat dan mataku makin mengecil. Bibirku tidak tebal, malah agak tipis. Semua ini tergambar di fotoku yang bermuka oval dan berambut sebahu pada saat foto ini diambil. Rambutku ditata dengan poni samping. Sama dengan kebanyakan perempuan muda lainnya. Gaul katanya. Jika dilihat dengan seksama, terlihat bahwa foto ini kuambil dengan kurang persiapan. Banyak anak rambut yang keluar karena tak kusisir, latar belakang foto yang senada dengan blazerku, dan muka berminyak seperti orang belum mandi. Yah, bagaimana lagi, tenggat waktu pengiriman formulir beasiswa ini hanya sampai siang ini. Mudah-mudahan fotoku tidak mempengaruhi hasilnya.

*Tulisan ini adalah tulisan yang saya buat saat mengikuti kelas menulis 2 tahun yang lalu. Sayang untuk di buang..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s