Kau Indah

Bulak-balik mata ini melirik ke jendela di samping kananku. Jendela tertutup yang dihalangi gorden putih gading. Sepi di sini. Masih saja saya pikir anda akan kemari.

Tak apa, kau kemari saja sesukamu. Aku suka. Rasanya sama seperti rasa sukaku terhadap hujan. Kau asyik untuk dipandangi, tanpa kata.

Bukan karena kau tampan, bukan karena kau cantik, bukan karena kau menawan. Ada puisi-puisi yang menari mengelilingimu tiap aku melihatmu. Puisi dan tulisan-tulisanmu yang ku baca sembunyi-sembunyi. Tidak ingin ada yang tau, kau pun jangan sampai tau.

Sepertinya kata yang aku cari adalah “indah”. Ya, kau indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s