Ngobrol Lagi..

beberapa hari ini saya berkesempatan bertemu dengan teman-teman baik saya di waktu-waktu yang berbeda. Yaa semacam obrolan “eh pakabar lo, Njir” yang berubah jadi obrolan “heart-to-heart”

Sudah lama tidak bertemu, rindu juga rasanya.. maksudnya bukan sekedar bertemu yang hanya ngobrol di kantin rame-rame ngobrol sana-sini –ngobrol di kondisi di mana anda terkadang menjadi diri anda yang lain. Diri yang sok kuat dan kadang perlu melemahkan orang lain agar terlihat (sok) kuat.

Ngobrol yang terjadi adalah ngobrol-ngobrol biasa, ngobrol-ngobrol yang tidak berusaha jadi obrolan seru; hanya tanya kabar, tanya kondisi keluarga, tanya kerjaan, tanya kuliah, tanya gadget, tanya dompet, tanya hidup..

Keluhan-keluhan yang biasanya tidak keluar saat bersama yang lain, karena khawatir dituduh andalah “si jahat”-nya.

Entah mengapa, obrolan beberapa hari yang lalu banyak membuat saya berpikir, membuat saya menyadari juga bahwa kita memang sudah tua, dengan pengalaman yang berbeda-beda, yang membawa kami kepada pemahaman yang kini kami pegang sendiri-sendiri. Entah dari mana saja sumbernya.

Ada dua hal yang membuat saya tertohok saat ngobrol dengan teman-teman saya ini

Pertama, teman saya bilang “jangan overthinking”. Saya banyak cerita sebelum pada akhirnya teman saya ini berkesimpulan demikian. mungkin iya, atau mungkin saya salah menggambarkan keadaan sampai akhirnya saya dibilang overthinking? ya tidak mengapa sih..saya bingung gimana jelasinnya, tapi yang pasti saya merasa teman saya yang satu ini entah mengapa serasa jauh lebih dewasa dibanding dulu..waktu masih sering main bareng.

Kedua, teman saya yang lain bilang “orang tuh bisa aja lagi pengen berubah..” Kenapa tiba-tiba dia bilang begitu? karena waktu itu kita sedang ngobrolin temen lain yang sulit kita hubungi, kangen saja ingin bertemu..tapi ternyata susah. memang teman kita yang satu ini jelas perubahannya, menarik diri dari lingkungan biasa ia berkumpul, jarang cerita lagi, dan lain-lain. Entah kenapa teman saya bisa berpikir “memang sedang waktunya” disaat saya berpikir “apa ada yang salah?” mungkin saya salah ucap, perbuat, atau apapun itu lah..ya,,mungkin saya overthinking.

mungkin saya tau bahwa memang orang itu berubah, atau mungkin saya tidak tau? yang jelas serasa ada yang mengagetkan saya saat teman saya yang satu ini bilang demikian, langsung di hadapan saya. Semacam disadarkan mungkin?

Setelah bertemu mereka, saya jadi timbul pikiran lain lagi..

Saat orang memang pada prosesnya akan selalu berubah, maka sangat mungkin musuhmu malah menjadi sahabatmu. Banyak terjadi. Tapi kenapa jika saya bilang teman bisa juga bakal jadi musuhmu, orang kadang berpikir saya jahat. lebih-lebih kalau temanmu yang satu itu adalah orang yang dicintai semua umat manusia. Nah? gimana kalau begitu?

banyak juga kemungkinan kenapa bisa demikian. satu, karena dua-duanya berubah. dua, karena baru sadar saja kalau sifatnya begitu dan sialnya anda terganggu dengan hal tersebut..entah lah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s